You are currently browsing the monthly archive for October 2009.

gloom

Take every moment,  you know that you own them
It’s all you can do, use what’s been given to you.

Live Like You’re Dying – Lenka

Advertisements

mengajak rindu ini berdamai dengan hati.

blurred citylights

Di perjalanan pulang tadi, ketika malam telah mengetuk minta izin menggantikan senja, melepas lelah hari ini tangan saya bergerak melepaskan kacamata. Berniat untuk memejamkan mata, namun pemandangan di luar jendela tidak mengizinkan saya. Melihat jalan raya, saya kemudian teringat kalimat yang pernah kamu ucapkan. Kini saya melihatnya. Mereka, lingkaran-lingkaran kecil cahaya yang berpendar, menyatu dan menyebar, bergerak lurus atau melingkar, menari dan menghibur saya seakan berkata

“Tenang, sayang, ada kami di sini yang akan menutup harimu dengan senyuman.”

Terpejam, mereka mengantar saya terhempas dalam lelap tanpa mimpi.
Terima kasih ya, lingkaran-lingkaran cahaya.

Tidak seharusnya saya menopangkan harihari saya pada tiga kata itu,
Tidak seharusnya saya menyanggakan senyum saya pada nada suaramu,
Tidak seharusnya saya mengalaskan pijakan saya pada rindu akan kehadiranmu,
Tidak seharusnya dalam setiap hela nafas saya terlafaskan namamu,
Tidak seharusnya saya mendenyarkan bayang wajahmu dalam setiap selalu,
Tidak seharusnya saya menitikkan air mata padahal belum tiga minggu sejak kita terakhir bertemu, belum dua puluh satu hari, baru empat ratus lima puluh enam jam, baru satu juta enam ratus sekian detik kita tidak bertemu,
Tidak seharusnya saya..

Namun terlanjur saya lakukan, tak tahu harus bagaimana maka saya biarkan.

Di antara jeda pikirku,
di sana,
ada hela nafasmu.

try to love
love to fail.

ternyata ia masih di situ!
rasa berdesir stiap hatiku menyebutkan namamu : )

Tweetverse!

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Who's peeking

  • 6,179 visit