You are currently browsing the monthly archive for October 2008.

anak kecil yang duduk di atas tangga eskalator yang berjalan, dan
sales promotion boy yang mencium sendiri kertas parfum yang ia tawarkan, dan
keponakan saya dengan kaos kakinya yang ditaruh di atas meja makan oleh susternya, dan
jarum jam di dinding kafe victoria dengan angka empat ditulis IIII bukan IV seperti umumnya, dan
petikan halus gitar yang menyenandungkan michelle.. ma belle.., dan
bartender mengocok gelas berisi entah apa dan pesanan siapa, dan
segelas air mineral tidak dingin seperti biasa, dan
satu dua tiga empat lima cermin berbingkai emas berkaca pada terang cahaya, dan
earl grey dan seorangĀ chinese tengah menikmati irish breakfast bersama dengan jasmine, dan
dua kakak beradik yang tidak saling bicara, dan
bising yang konstan mendenging di pelupuk mata saya, dan
di luar lingkar yang saya ciptakan, dunia sedang menjalankan perannya dalam semesta.

4 Mei 2008

Advertisements

Ini aku berbisik padamu..
Ini aku menyatakan cinta padamu..
Ini aku..

Apa rasa ini akan mudah untuk hilang semudah ia muncul ke permukaan?

Mengapa kita tidak bisa menjadi seperti apa yang aku inginkan.
Tapi apa pula yang aku inginkan?
Aku mau menghabiskan waktuwaktuku bersamamu.
Aku mau dapat melakukan itu.
Aku mau dapat lebih dari sekedar membayangkan hal itu.

Karna yang menghidupkanmu dalam diri ini tak lebih dari sekedar imajinasi.
Kamu adalah imaji terkuat, terhebat, termenyesak yang pernah aku visualkan
setiap menit waktu melangkah
setiap jengkal matahari berpijak
setiap bintang yang bulan sapa
terhitung huruf dalam kata yang kuucapkan setiap harinya..

Belum ada seseorang yang membuatku dapat menuliskan segala rasa yang terlukiskan dengan segala kata yang dulu hanya dapat sesekali keluar bersuara..
Seperti mata air yang menyejukkan, menenggelamkan, menyilaukan..

Apa ini cinta?
Apapula cinta.
Ini cuma kamu.
Rasa yang aku rasakan sekarang ini detik ini cuma kamu.
Aku tidak merasakan sayang, aku tidak merasakan cinta
aku merasakan kamu.
Coba dengar bisikku.
Jangan dulu terpejam.
Dengar aku.

18 April 2008

aku mau menciummu di bawah pendar rembulan
aku mau meringkuk hangat di sela rongga dadamu ketika Senja mengusap kaki angkasa
aku mau melatunkan Cinta dalam ayatayatNya dengan bibirmu saat mentari mencipta pagi
aku mau menari berpayungkan hujan bersama dirimu sepanjang memori terbentang
aku mau menyesap di balik awan tengkukmu dan memainkan ujung rambutmu dengan jariku
aku mau tidur dalam dirimu dalam sepi yang mendamaikan hati bukan menggigiti kuping hingga berdarah sampai mati
aku mau mengusap indah yang menguap di kaca karna yang kuhembuskan adalah nafas akan dirimu
aku mau merasuk pada hening Malam dan pada sumsum tulangmu dalamdalam
aku mau memompa darah lewat serambi kirimu masuk ke dalam bilik kananku
aku mau menjadi utuh karna kini aku hanya separuh dan separuhnya lagi ada padamu
aku mau telentang bersamamu di atas padang beralaskan bintang
aku mau meraup hawa Surga yang melekat erat pada tubuhmu
aku mau menantimu pulang dan kita lakukan smua yang kumau lakukan denganmu.. padamu.

2007

Tweetverse!

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Who's peeking

  • 6,179 visit