You are currently browsing the monthly archive for July 2008.

Pas lagi buka-buka e-mail, tiba-tiba gue nemu sebuah draft e-mail yang pernah mau dikirim ke seorang teman (entah jadi dikirim apa tidak). Eh ternyata isinya lirik lagu yang waktu itu gue iseng-iseng buat pas lagi jaman-jamannya pengen bisa bikin lirik. Jadilah gue post di sini, haha, lirik lagu yang ditulis sembari mendengarkan Whisperdesire pada sebuah malam. So here it is..


detik berlari ke kaki langit
adakah yang tersisa untuk kita
smua asa terbawa angin
menguap hilang menjadi awan

ke mana langkah lalu bicara
ke sana kita menjejak tawa
satu nafas dalam melodi berbeda
nyanyikan nada sejuta warna

*dan angan ‘kan menjadi nyata, kawan
cerita kita akan membuat senyum satu dunia

indahnya.. rasa..
kalahkan gelap yang mengancam
genggam tanganku jangan lepaskan
padamkan ragu nyalakan setitik harap
terangi.. jalan..

kalau ada yang tertarik untuk dijadiin lagu, mungkin? boleh-boleh 🙂

Advertisements

fleeting mind, random thoughts, burst out imagination, jump off from reality, ceiling less fantasy..

o let us forget about the ground below. yes, there were no ground below.

I knew I was in love
Because he was the gift I got from somewhere up above

(My Boy, Lisa Ono)

is such a roller coaster,

then why do i feel like standing on a flat ground right now?

Tweetverse!

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Who's peeking

  • 6,156 visit